E-Book Dan Video Keperawatan Gratis

4

Posted by Sanco Irianto A, S.Kep.Ns | Posted in | Posted on 11/07/2010

Bagi anda mahasiswa Keperawatan, Kedokteran, Dosen atau Tenaga Kesehatan dan Keperawatan lainnya yang ingin mendapatkan materi dalam bentuk E-Book, Video ataupun Music tentang Kedokteran dan Keperawatan, anda bisa mendapatkannya secara gratis disini, hanya di Keperawatan.
 
 
File-file ini sengaja saya bagikan secara gratis demi kemajuan dunia Keperawatan di Indonesia dan sebagai sarana belajar dalam meningkatkan Profesi Keperawatan menuju yang lebih baik.

 
Yang harus anda lakukan adalah hanya dengan mengklik file yang anda inginkan di bagian sidebar blog ini, dan anda akan diarahkan menuju ke media penyimpanan online saya. Setelah itu anda tinggal mengklik "Unduh Sekarang" untuk mengunduh/download file yang anda inginkan.

File-file tersebut diantaranya adalah:
  • Allergic Disease Diagnosis And Treatment
  • An Atlas Of Surgical Anatomy
  • E-Book Pengkajian Keperawatan
  • E-Book Sistem Perkemihan
  • E-Book Sistem Reproduksi
  • Nurse's Pocket Guide
  • Anatomy Of Urinary System
  • Male Urethral Catheterization
  • Mars PPNI
Dan akan menyusul lebih banyak lagi materi-materi Keperawatan dan Kedokteran lainnya disini.

Read More...

Review Blog Keperawatan

4

Posted by Sanco Irianto A, S.Kep.Ns | Posted in | Posted on 11/06/2010

Setelah beberapa minggu ini cari materi buat postingan baru, mendadak dapat inspirasi setelah rekan Anton Wijaya menulis di buku tamu Keperawatan bahwa Blog saya telah direview oleh beliau di MediaNers. Maksud direview adalah bahwa Blog Keperawatan, telah direkomendasikan oleh MediaNers sebagai Blog yang layak untuk dikunjungi oleh rekan-rekan perawat. Sebagai seorang perawat yang baru di dunia Blogger, hal ini merupakan sesuatu penghargaan yang luas biasa. Blog Keperawatan yang baru saya garap sejak februari 2010 sudah direkomendasikan oleh rekan sejawat yang sudah senior di dunia Blogger.

Hal ini menjadi inspirasi bagi saya dan kiranya bisa diikuti para Blogger lainnya, khususnya rekan Perawat yang menyibukkan diri dengan dunia Blog. Mengutip kata-kata rekan saya Anton Wijaya, "semoga review mereview ini tidak salah arti, tukang review dan yang direview tidak akan dirugikan, kenapa kita harus pelit berbagi info/review, ya kan bro". Setuju bro, sesama perawat, tidak ada salahnya kita saling berbagi info/review Blog sejawat. Mungkin dengan begini kami (Perawat) bisa timbul rasa saling memiliki, senasib sepenanggungan sebagai satu kesatuan dalam memperjuangkan apa yang selama ini kita rindukan (UU Keperawatan).

Tanpa mau berpanjang lebar lagi, berikut ini adalah daftar beberapa Blog Keperawatan yang saya rekomendasikan untuk dikunjungi oleh rekan-rekan, adik-adik mahasiswa Keperawatan atau siapa saja yang ingin mengetahui lebih dalam tentang dunia Keperawatan.
  • Media Ners, Blog dengan author Anton Wijaya ini berisikan tentang materi-materi Keperawatan, isu terkini Keperawatan dan tentang aktifitas Perawat dalam dunia Keperawatan saat ini.
Media Ners

Portal Ilmu Luka

  • Kapuk Online, Blog dengan author ini bernama Kapuk, berisikan tentang Asuhan Keperawatan, masalah Keperawatan dan Kesehatan.
Kapuk Online

  • Perawat Indonesia, Blog dengan author Ruslan Muchtar, berisikan tentang masalah Kesehatan saat ini dan Perawatan serta pengobatan baru di bidang Kesehatan.
Perawat Indonesia


Semoga apa yang saya lakukan ini dapat menjalin tali persahabatan antar sesama Perawat. Walaupun kita belum pernah bersua, namun kita semua (perawat) adalah Saudara. I'm Nurse, Not Just A Nurse....! And I'm Proud To Be A Nurse. Salam
Read More...

Contoh Judul Skripsi/KTI Keperawatan

3

Posted by Sanco Irianto A, S.Kep.Ns | Posted in | Posted on 10/27/2010

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), skripsi diartikan sebagai karangan ilmiah yang diwajibkan sebagai bagian dari persyaratan pendidikan akademis. Buat sebagian mahasiswa, Skripsi adalah sesuatu yang lumrah. Tetapi buat sebagian mahasiswa yang lain, skripsi bisa jadi momok yang terus menghantui dan menjadi mimpi buruk. Banyak juga yang berujar “lebih baik sakit gigi daripada bikin skripsi”. Maka tidak sedikit para mahasiswa yang melakukan cara pintas alias tidak mau susah dengan cara membayar orang untuk dibuatkan skripsinya atau mengcopy-paste skripsi yang telah jadi.

Sedangkan Karya Tulis Ilmiah (KTI) dapat dibagi menjadi dua kata yakni karya dan tulis. Kata “karya” menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) berarti pekerjaan, hasil perbuatan, buatan, ciptaan (terutama karangan).

Kata “tulis”, tidak didefinisikan secara tunggal oleh KBBI. Ini mungkin karena kata “tulis” bukan merupakan kata benda. Sehingga KBBI menjelaskannya dengan menambah imbuhan untuk memperjelas.

Dan "ilmiah" menurut KBBI adalah bersifat ilmu; secara ilmu pengetahuan; memenuhi kaidah ilmu pengetahuan.

Jadi Karya Tulis Ilmiah (KTI) adalah suatu bentuk publikasi ilmiah yang berisi tentang gagasan-gagasan dalam permasalahan yang dituangkan dalam sebuah tulisan dengan sistematika tertentu dan memiliki karakteristik keilmuan dan memenuhi syarat keilmuan. Dalam tulisan ini yang dimaksudkan adalah KTI mahasiswa keperawatan.

Ada beberapa syarat dalam penyusunan Karya Tulis Ilmiah (KTI), diantaranya adalah:
  • Relevan, judul/masalah yang dipilih harus relevan/sesuai dengan bidang ilmu.
  • Tata Bahasa, penggunaan tata bahasa yang sesuai dengan ejaan yang disempurnakan dan Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI)
  • Data Cukup, adanya data yang cukup untuk menunjang penelitian, minimal adanya fenomena masalah yang muncul.
Sedangkan Skripsi/Karya Tulis Ilmiah (KTI) juga mempunyai ciri-ciri pokok, diantaranya adalah:
  • Arti Positif, bahwa Karya Tulis Ilmiah (KTI) harus mempunyai keuntungan dan kegunaan bagi pengembangan ilmu.
  • Berpikir Ilmiah, artinya bahwa skripsi/KTI merupakan data yang dianalisa lalu dibahas yang kemudian disimpulkan dan harus bisa menerima saran.
  • Tata Bahasa Ilmiah, tata bahasa yang sesuai dengan ejaan yang disempurnakan dan Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI)
  • Rangkaian, merupakan rangkaian yang tak terpisahkan dari pendahuluan sampai dengan saran.
Seperti halnya penyusunan skripsi, penyusunan KTI bagi mahasiswa Diploma III Keperawatan saat inipun dilakukan sesuai dengan metodologi penelitian yang digunakan pada penyusunan skripsi. Jadi mahasiswa diploma III keperawatan saat ini sudah dilatih untuk melakukan penelitian sederhana. Cuma yang berbeda adalah dalam pemilihan judul penelitiannya, biasanya judul KTI hanya terdiri dari satu variabel penelitian dan hanya merupakan penelitian deskriptif. Sedangkan judul skripsi bisa lebih luas dan menggunakan uji analisis yang lebih rumit.

Berikut ini saya mencoba memberikan contoh skripsi dan KTI bagi mahasiswa keperawatan. Judul-judul ini sebagai gambaran bagi mahasiswa dalam memilih judul yang tepat demi menyelesaikan tugas akhir.

Ada beberapa hal yang harus diperhatikan dalam memilih judul skripsi/KTI, diantaranya adalah:
  • Suatu judul yang memenuhi syarat adalah yang dapat mengungkapkan masalah dan ruang lingkup penelitian. Susunlah judul tersebut selengkap mungkin, tetapi jangan terlalu panjang. Sering disebutkan bahwa judul penelitian sebaiknya singkat (tidak lebih dari 20 kata), jelas, tepat, tidak berbau atau berkesan promosi maupun propaganda, tidak menonjolkan pribadi, dan tidak menyimpang dari masalah yang diteliti.
  • Judul merupakan label, bukan kalimat lengkap yang harus mengandung subjek, predikat, objek pelaku, objek penderita, dan lain sebagainya. Namun demikian bukan bearti urutan kata dapat diabaikan, bahkan harus sangat diperhatikan, oleh karena label (kalimat tak lengkap) dengan urutan kata yang tidak dipertimbangkan dengan hati-hati dapat menimbulkan makna ganda.
  • Oleh karena judul harus dapat berdiri sendiri, maka dalam judul tidak diperkenankan penggunaan singkatan, kecuali singkatan yang sudah lazim seperti satuan pengkuran (kg, cm, ml). Misalnya AIDS mungkin dapat ditulis tanpa keterangan.
Ada beberapa syarat yang harus dipenuhi sebelum seorang mahasiswa bisa menulis skripsi/KTI. Tiap universitas/fakultas memang mempunyai kebijakan tersendiri, tetapi umumnya persyaratan yang harus dipenuhi hampir sama. Misalnya, mahasiswa harus sudah memenuhi sejumlah SKS, tidak boleh ada nilai D atau E, IP Kumulatif semester tersebut minimal 2.00, dan seterusnya. Anda mungkin saat ini belum “berhak” untuk menulis skripsi/KTI, akan tetapi tidak ada salahnya untuk mempersiapkan segalanya sejak awal.

Skripsi/KTI tersebut akan ditulis dan direvisi hingga mendapat persetujuan dosen pembimbing. Setelah itu, Anda harus mempertahankan skripsi Anda di hadapan penguji dalam ujian skripsi/KTI nantinya. Nilai Anda bisa bervariasi, dan terkadang, bisa saja Anda harus mengulang skripsi Anda (tidak lulus).

Skripsi/KTI juga berbeda dari tesis (S2) dan disertasi (S3). Untuk disertasi, mahasiswa S3 memang diharuskan untuk menemukan dan menjelaskan teori baru. Sementara untuk tesis, mahasiswa bisa menemukan teori baru atau mengembangkan teori yang sudah ada dan menjelaskan dengan teori yang sudah ada.

Sementara skripsi/KTI adalah “belajar meneliti”.Jadi, skripsi/KTI memang perlu disiapkan secara serius. Akan tetapi, juga nggak perlu disikapi sebagai mimpi buruk atau beban yang maha berat.

Silahkan anda download contoh judul skripsi dan KTI dengan meng-klik tombol dibawah ini.

Read More...

What The Attributes That I Need To Become A Nurse?

0

Posted by Sanco Irianto A, S.Kep.Ns | Posted in | Posted on 10/22/2010

  • A strong desire to become a nurse. Nursing is a calling. If it is your heart’s desire to serve your fellow–man when in need, chances are that you will make a success of nursing as a career. 
  • The ability to work as a member of a healthcare team. You will be working closely with other nursing professionals, doctors, specialists and adjunctive healthcare workers like physiotherapists, dieticians etc. 
  • The ability to work for long hours continuously. Nurses working in a hospital will need to work in day or night duty shifts-typically for 12 hours continuously. Of course this may vary depending on labor laws and regulations applicable in the specific country, state and/or hospital. 
  • You need to like working with people. The bottom line is that in the nursing profession everything revolves around people, and as a professional nurse, you will be working with people, be it patients, fellow professionals, student nurses or the public in general. 
  • Intelligence. Both a high IQ (intelligence quotient) and even more so a high EQ (emotional intelligence) are important prerequisites for pursuing a successful career in nursing.
Read More...

What Skills Will I Need As A Professional Nurse?

0

Posted by Sanco Irianto A, S.Kep.Ns | Posted in | Posted on 10/22/2010

Skills required for nursing practice are:

Cognitive skills: These pertain to the knowledge that the nurse has, and its application in carrying out the nursing process and in providing comprehensive care while working with various age groups e.g. infants, children, adolescents, as well as, mature, geriatric, and senescent people.
 

The component activities of the nursing process (the essence of how a registered nurse delivers care) are:
  1. Assessment of the patient and identification of his needs,
  2. Establishment of priorities and planning for the necessary care,
  3. Implementation of the care plan;
  4. Evaluation of the intervening measures.
Each step is part of an ongoing process and, as such, requires change, necessitating frequent reassessments.


Technical skills: learned through education and practice. E.g. monitoring of vital signs, administration of medicine, provision of fluid, nutrients, hygienic care and comfort, and doing surgical dressings are only a few of the many manual skills performed by the nurse.


Interpersonal skills; the nurse needs to have a good understanding of human behavior, adaptation mechanisms, an individual’s values, belief systems and attitudes, and cultural influences. The nurse-patient relationship is of great importance in all phases of nursing. The relationship that is established influences all the nurse does with and for the patient, and can profoundly affect the quality and effectiveness of the service and the final outcome of the patient’s recovery and rehabilitation.
Read More...

Asuhan Keperawatan Katarak

0

Posted by Sanco Irianto A, S.Kep.Ns | Posted in , | Posted on 10/21/2010

Pengertian
Katarak merupakan keadaan dimana terjadi kekeruhan pada serabut atau bahan lensa di dalam kapsul mata. Katarak adalah suatu keadaan patologik lensa dimana lensa menjadi keruh akibat hidrasi cairan lensa, atau denaturasi protein lensa.
Kekeruhan ini terjadi akibat gangguan metabolisme normal lensa yang dapat timbul pada berbagai usia tertentu. Katarak dapat terjadi pada saat perkembangan serat lensa masih berlangsung atau sesudah serat lensa berhenti dalam perkembangannya dan telah memulai proses degenerasi.

Katarak dapat diklasifikasikan dalam golongan berikut:
  1. Katarak perkembangan (developmental) dan degeneratif,
  2. Katarak congenital, juvenil, dan senile
  3. Katarak komplikata
  4. Katarak traumatic
Penyebab terjadinya kekeruhan lensa ini dapat:
  1. Primer, berdasarkan gangguan perkembangan dan metabolisme dasar
  2. Sekunder, akibat tindakan Pembedahan lensa
  3. Komplikasi penyakit lokal ataupun umum
Berdasarkan usia pasien, katarak dapat dibagi dalam:
  1. Katarak congenital, katarak yang terlihat pada usia dibawah 1 tahun
  2. Katarak juvenil, katarak yang terlihat pada usia di atas 1 tahun dan di bawah 40 tahun
  3. Katarak presenil, yaitu katarak sesudah usia 30-40 tahun
  4. Katarak senile, yaitu katarak yang mulai terjadi pada usia lebih dari 40 tahun

Etiologi
Penyebab utama katarak adalah proses penuaan. Anak dapat menderita katarak yang biasanya merupakan penyakit yang diturunkan, peradangan di dalam kehamilan, keadaan ini disebut sebagai katarak congenital.

Read More...

Asuhan Keperawatan Tonsilitis Kronik

0

Posted by Sanco Irianto A, S.Kep.Ns | Posted in , | Posted on 10/18/2010


Tonsilitis
Pengertian
Tonsilitis adalah terdapatnya peradangan umum dan pembengkakan dari jaringan tonsil dengan pengumpulan lekosit, sel-sel epitel mati dan bakteri patogen dalam kripta (Adam Boeis, 1994: 330).


Tonsilektomi adalah suatu tindakan invasif yang dilakukan untuk mengambil tonsil dengan atau tanpa adenoid (Adam Boeis, 1994: 337).




Etiologi
  1. Streptokokus hemolitikus grup A.
  2. Pneumokokus.
  3. Stafilokokus.
  4. Haemofilus influezae.
Pathofisiologi
  1. Terjadinya peradangan pada daerah tonsila akibat virus.
  2. Mengakibatkan terjadinya pembentukan eksudat.
  3. Terjadi selulitis tonsila dan daerah sekitarnya.
  4. Pembentukan abses peritonsilar.
  5. Nekrosis jaringan.
Gejala-gejala
  1. Sakit tenggorokan dan disfagia.
  2. Penderita tidak mau makan atau minum.
  3. Malaise.
  4. Demam.
  5. Nafas bau.
  6. Otitis media merupakan salah satu faktor pencetusnya.
Read More...

Contoh Permohonan (SIPP)

3

Posted by Sanco Irianto A, S.Kep.Ns | Posted in | Posted on 10/18/2010

Perihal : Permohonan Surat Izin Praktik Perawat (SIPP)

Kepada Yth,
Pejabat Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota Manokwari

Dengan hormat,
Yang bertanda tangan dibawah ini,
  1. Nama Lengkap:SANCO IRIANTO A, S. Kep. Ns
  2. Alamat:Komp. Puskesmas Wosi Manokwari
  3. Tempat, tanggal lahir:Jayapura, 5 Juli 1975
  4. Jenis kelamin:Laki-laki
  5. Tahun Lulusan:2008
Dengan ini mengajukan permohonan untuk mendapatkan Surat Izin Praktik Perawat.
Sebagai bahan pertimbangan terlampir:
  1. Fotokopi STR yang masih berlaku dan dilegalisir;
  2. Surat keterangan sehat fisik dari dokter yang memiliki Surat Izin Praktik;
  3. Surat pernyataan memiliki tempat praktik;
  4. Pas foto berwarna terbaru ukuran 4 X 6 cm sebanyak 3 (tiga) lembar; dan
  5. Rekomendasi dari organisasi profesi.
Demikian atas perhatian Bapak/Ibu kami ucapkan terima kasih.

Manokwari, Mei 2010
Pemohon

SANCO IRIANTO A, S. Kep. Ns
Read More...

EPISTAKSIS (Hidung Berdarah)

2

Posted by Sanco Irianto A, S.Kep.Ns | Posted in , | Posted on 10/15/2010

Epistaksis
Pengertian
Hidung berdarah (Kedokteran: epistaksis atau Inggris: epistaxis) atau mimisan adalah satu keadaan pendarahan dari hidung yang keluar melalui lubang hidung.

Sering ditemukan sehari-hari, hampir sebagian besar dapat berhenti sendiri. Harus diingat epitaksis bukan merupakan suatu penyakit tetapi merupakan gejala dari suatu kelainan.

Ada dua tipe pendarahan pada hidung:
  • Tipe anterior (bagian depan). Merupakan tipe yang biasa terjadi.
  • Tipe posterior (bagian belakang).
Dalam kasus tertentu, darah dapat berasal dari sinus dan mata. Selain itu pendarahan yang terjadi dapat masuk ke saluran pencernaan dan dapat mengakibatkan muntah. 

Etiologi 
Secara Umum penyebab epistaksis dibagi dua yaitu Lokal dan Sistemik
Lokal
Penyebab lokal terutama trauma, sering karena kecelakaan lalulintas, olah raga, (seperti karena pukulan pada hidung) yang disertai patah tulang hidung (seperti pada gambar di halaman ini), mengorek hidung yang terlalu keras sehingga luka pada mukosa hidung, adanya tumor di hidung, ada benda asing (sesuatu yang masuk ke hidung) biasanya pada anak-anak, atau lintah yang masuk ke hidung, dan infeksi atau peradangan hidung dan sinus (rinitis dan sinusitis)
Sistemik 
Penyebab sistemik artinya penyakit yang tidak hanya terbatas pada hidung, yang sering meyebabkan mimisan adalah hipertensi, infeksi sistemik seperti penyakit demam berdarah dengue atau cikunguya, kelainan darah seperti hemofili, autoimun trombositipenic purpura.
Read More...

Profilaksis Pascapajanan (PPP)

1

Posted by Sanco Irianto A, S.Kep.Ns | Posted in , | Posted on 8/10/2010

Apa Profilaksis Pascapajanan Itu?
Profilaksis berarti pencegahan infeksi dengan obat. Pajanan adalah peristiwa yang menimbulkan risiko penularan. Jadi profilaksis pascapajanan (atau PPP) berarti penggunaan obat untuk mencegah infeksi setelah terjadi peristiwa yang berisiko. Terkait dengan PPP, ada tiga macam pajanan itu: 
  1. Pajanan di tempat kerja. Pajanan ini biasa terjadi dalam sarana medis, dan berasal jika darah, air mani, cairan vagina atau ASI dari seorang yang terinfeksi HIV masuk ke aliran darah orang lain, dalam hal ini biasanya petugas perawatan kesehatan. Peristiwa yang termaksud biasanya kecelakaan akibat tertusuk jarum suntik bekas pakai secara tidak sengaja pada petugas. Pajanan juga dapat terjadi dengan pisau bedah, atau jika darah atau cairan lain pasien kena luka terbuka, atau mulut, hidung atau mata petugas atau orang lain.
  2. Pajanan akibat hubungan seks berisiko, misalnya bila kondom pecah atau lepas saat seorang Odha berhubungan seks dengan pasangan HIV-negatif.
  3. Pajanan akibat perkosaan. Pemerkosa hampir pasti tidak memakai kondom. Tambahannya, jika hubungan seks terjadi secara paksa, yang sering disertai kekerasan, risikonya lebih tinggi.
Risiko Penularan Akibat Pajanan di Tempat Kerja 
Kemungkinan terjadinya penularan akibat tertusuk jarum suntik adalah rendah:
Read More...

Kewaspadaan Universal (Universal Precaution)

0

Posted by Sanco Irianto A, S.Kep.Ns | Posted in , | Posted on 8/10/2010

Apa Kewaspadaan Universal Itu?
Kewaspadaan Universal (Universal Precaution) adalah kewaspadaan terhadap darah dan cairan tubuh yang tidak membedakan perlakuan terhadap setiap pasien, dan tidak tergantung pada diagnosis penyakitnya (kamus-medis) 
Cara agar petugas perawatan kesehatan dapat menghindari infeksi dari infeksi yang diangkut aliran darah, seperti HIV atau hepatitis B dan C. Kewaspadaan umum pertama dikembangkan pada 1987 di AS. Pedoman termasuk penggunaan sarung tangan lateks, masker, dan kacamata pelindung jika pekerjaan ada kaitannya dengan darah atau cairan tubuh (Komunitas AIDS Indonesia) 
Ada berbagai macam infeksi menular yang terdapat dalam darah dan cairan tubuh lain seseorang, di antaranya hepatitis B dan C dan HIV. Mungkin juga ada infeksi lain yang belum diketahui, harus diingat bahwa hepatitis C baru ditemukan pada 1988. Sebagian besar pasien dengan infeksi tersebut belum tahu dirinya terinfeksi.
Dalam semua sarana kesehatan, termasuk rumah sakit, puskesmas dan praktek dokter gigi, tindakan yang dapat mengakibatkan luka atau tumpahan cairan tubuh, atau penggunaan alat medis yang tidak steril, dapat menjadi sumber infeksi penyakit tersebut pada petugas layanan kesehatan dan pasien lain. Jadi seharusnya ada pedoman untuk mencegah kemungkinan penularan terjadi.
Pedoman ini disebut sebagai kewaspadaan universal. Harus ditekankan bahwa pedoman tersebut dibutuhkan tidak hanya untuk melindungi terhadap penularan HIV, tetapi yang tidak kalah penting terhadap infeksi lain yang dapat berat dan sebetulnya lebih mudah menular.
Read More...

Asuhan Keperawatan Klien HIV/AIDS

5

Posted by Sanco Irianto A, S.Kep.Ns | Posted in , | Posted on 8/03/2010

Sindrom immunnodefisiensi didapat (Acquired Immunodeficiency Syndrome, AIDS) pertama-tama menarik perhatian bidang kesehatan masyarakat pada tahun 1981. AIDS adalah penyakit defisiensi imunitas seluler, yang pada penderitanya tidak dapat ditemukan penyebab defisiensi tersebut. AIDS menyebabkan infeksi oportunistik dan/atau neoplasma yang berkaitan dengan defisiensi kekebalan yang sebelumnya dalam keadaan sehat. Menurut Smeltzer AIDS adalah gejala dari penyakit yang mungkin terjadi saat sistem imun dilemahkan oleh virus HIV.
Human Immunedeficiency Virus (HIV) tergolong ke dalam kelompok retrovirus dengan materi genetik dalam asam ribonukleat (RNA), menyebabkan AIDS dapat membinasakan sel T-penolong (T4), yang memegang peranan utama dalam sistem imun. Sebagai akibatnya, hidup penderita AIDS terancam infeksi yang tak terkira banyaknya yang sebenarnya tidak berbahaya, jika tidak terinfeksi HIV.

A. Pengertian
AIDS adalah kependekan dari ‘Acquired Immune Deficiency Syndrome’.

  • Acquired : berarti didapat, bukan keturunan.
  • Immune : terkait dengan system kekebalan tubuh kita.
  • Deficiency : berarti kekurangan.
  • Syndrome : berarti penyakit dengan kumpulan gejala, bukan gejala tertentu.
Jadi AIDS berarti kumpulan gejala akibat kekurangan atau kelemahan sistem kekebalan tubuh yang dibentuk setelah kita lahir.

B. Etiologi
AIDS disebabkan oleh sebuah virus yang disebut HIV atau Human Immunodeficiency Virus. Bila kita terinfeksi HIV, tubuh kita akan mencoba menyerang infeksi. Sistem kekebalan kita akan membuat ‘antibodi’, molekul khusus yang menyerang HIV itu

C. Penularan
Sebetulnya, kita tidak ‘kena’ AIDS. Kita mungkin terinfeksi HIV, dan kemudian mengembangkan AIDS. Kita dapat tertular HIV dari siapa pun yang sudah terinfeksi, walaupun orang itu tidak kelihatan sakit, bahkan dengan hasil tes HIV yang tidak positif.
Read More...

Show Your Popularity

2

Posted by Sanco Irianto A, S.Kep.Ns | Posted in | Posted on 7/20/2010

Bagi para Blogger, cara mudah untuk mengecek popularitas blog-mu adalah dengan mengklik http://popuri.us/ setelah itu, tinggal masukin alamat blogmu, lalu get info.
Disini para blogger dapat melihat ranking blog-mu pada Google PageRank, Alexa Rank, Compete Rank, Quantcast Rank, Google BackLinks, Yahoo BackLinks, Live Search BackLinks, Technorati Links, del.icio.us Bookmarks, Bloglines subscribers, dan sebagainya
Read More...

Istilah Pada Sistem Muskuloskeletal

1

Posted by Sanco Irianto A, S.Kep.Ns | Posted in | Posted on 7/19/2010

  1. Aponeurosis : Pita jaringan ikat fibrus lebar yang menghubungkan otot ke tulang, jaringan ikat, otot lain, jaringan lunak atau kulit
  2. Bursa : Kantung berisi cairan yang ditemukan pada jaringan ikat terutama di daerah persendian
  3. Diafisis : Batang tulang panjang
  4. Efusi : Kelebihan cairan sendi
  5. Endosteum : Lapisan Rongga sumsum tulang berongga
  6. Epifisis : Ujung tulang panjang
  7. Fasia (Epimisium) : Jaringan fibrus yang menutupi, menyokong dan memisahkan otot
  8. Fasikulasi : Kedutan serabut otot secara involunter
  9. Fasikuli : Kelompok sel otot yang paralel (miofibril)
  10. Flaksid : (Layuh) tiadanya tonus otot
  11. Kalus : Jaringan ikat pada tempat patah tulang
  12. Kartilago : Jaringan khusus yang terdapat pada ujung tulang
  13. Klonus : Kontraksi otot yang berirama
  14. Kontraksi Isometrik : Tegangan otot meningkat, panjangnya tak berubah dan tak ada gerakan sendi
  15. Kontraksi Isotonik : Tegangan otot tak berubah, otot memendek dan ada gerakan sendi
  16. Kontraktur : Pemendekan otot abnormal dan/atau fibrosis sendi
  17. Krepitus/Krepitasi : Suara berderik; yang dapat didengarkan pada gerakan ujung patahan tulang
  18. Ligamen : Pita fibrus yang menghubungkan tulang
  19. Miofibril : Sel otot; mengandung sarkomer
  20. Osifikasi : (Penulangan) proses di mana mineral tulang (kalsium) ditimbun dalam matriks tulang
  21. Osteoblast : Sel pembentuk tulang
  22. Osteoid : Jaringan matriks tulang; bakal tulang
  23. Osteoklast : Sel yang mengabsorpsi tulang
  24. Osteon : Unit tulang yang fungsional mikroskopis
  25. Osteosit : Sel tulang dewasa
  26. Periosteum : Jaringan ikat fibrus yang membungkus tulang
  27. Remodeling : Proses reorganisasi struktur tulang baru sesuai fungsinya
  28. Resorpsi : Penghilangan, penghancuran tulang
  29. Sarkomer : Unit kontraktil sel otot
  30. Sinovium : Membran pada sendi yang mensekresi cairan pelumas
  31. Spastik : Tonus otot yang lebih tinggi dari normal
  32. Tendon : Tali jaringan fibrus yang menghubungkan otot ke tulang
  33. Tonus : Ketegangan normal (tahanan terhadap regangan) otot dalam keadaan istirahat
  34. Tulang Kanselus : Struktur tulang spongius, serupa jaring-jaring; tulang trabekuler
  35. Tulang Kortikal : Tulang kompak
  36. Tulang Lamelar : Tulang dewasa yang memperlihatkan
    lingkaran konsentris matriks ulang
Read More...

Materi Ujian Semester

0

Posted by Sanco Irianto A, S.Kep.Ns | Posted in | Posted on 7/02/2010


Buat mahasiswaku, silahkan download materi ujian semester di sini.
Materi PMS disini Materi HIV/AIDS disini
Read More...

Permenkes No.HK.02.02/148/I/2010, Izin dan Penyelenggaraan Praktik Perawat

2

Posted by Sanco Irianto A, S.Kep.Ns | Posted in | Posted on 6/05/2010

Permenkes No.HK.02.02/148/I/2010 ini mengatur Tentang Izin Dan Penyelenggaraan Praktik Perawat pada fasilitas kesehatan diluar praktik mandiri dan/atau praktik mandiri. Terdapat juga contoh formulir Permohonan Surat Izin Praktik Perawat (SIPP) dan contoh Surat Izin Praktik Perawat (SIPP).
Dengan adanya Permenkes ini, baik perawat maupun masyarakat sebagai pengguna jasa pelayanan terlindungi dari segi hukum. Pada Permenkes ini, disebutkan bahwa perawat yang menjalankan praktik mandiri, harus memiliki SIPP. Sementara untuk mengurus SIPP, perawat tersebut harus melampirkan STR (Surat Tanda Registrasi) yang dapat diperoleh setelah melalui Uji Kompetensi.
Namun satu hal yang dirasa masih kurang dalam Permenkes ini adalah tidak adanya penjelasan/lampiran persyaratan praktik mandiri meliputi tempat dan peralatan yang diwajibkan.
Berbeda dengan Permenkes tentang Izin dan Penyelenggaraan Praktik Bidan (Permenkes No.HK.02.02/Menkes/149/I/2010) yang sudah menjelaskan secara lengkap.

Download selengkapnya di sini:
Permenkes No.HK.02.02/148/I/2010 Tentang Izin Dan Penyelenggaraan Praktik Perawat, dan
Permenkes No.HK.02.02/149/I/2010 tentang Izin dan Penyelenggaraan Praktik Bidan
Read More...

Buku Pegangan Sistem Reproduksi Pria

2

Posted by Sanco Irianto A, S.Kep.Ns | Posted in | Posted on 4/27/2010

Buat semua mahasiswaku, siapa saja yang merasa mahasiswaku, silahkan download buku panduan mata kuliah Gangguan Sistem Reproduksi Pria.
dalam format pdf, klik
Disini
dalam format word, klik Disini
Read More...

Penyimpangan KDM HIV/AIDS

0

Posted by Sanco Irianto A, S.Kep.Ns | Posted in | Posted on 4/24/2010

AIDS merupakan kumpulan gejala penyakit yang disebabkan oleh virus HIV yang merusak sistem kekebalan tubuh, sehingga tubuh mudah diserang penyakit-penyakit lain yang dapat berakibat fatal. Padahal penyakit-penyakit tersebut tidak menyebabkan gangguan yang berarti pada orang yang sistem kekebalannya normal.
Materi tentang HIV/Aids sangat banyak, oleh sebab yang saya berikan disini adalah Penyimpangan KDM dari HIV/Aids. Yang berminat, silahkan download Penyimpangan KDM dari HIV/Aids disini Gratissss....!
Read More...

MOSES, Solusi Malaria Daerah Terpencil

0

Posted by Sanco Irianto A, S.Kep.Ns | Posted in | Posted on 4/05/2010

Malaria Observation System and Endemic Surveillance (MOSES) adalah aplikasi yang menggabungkan teknologi client runtime dengan aplikasi di PDA untuk melakukan diagnosis dan analisis terhadap pasien yang diduga terkena malaria secara cepat. Solusi ini diharapkan dapat membantu masyarakat yang berada di daerah terpencil agar dapat memperoleh pelayanan kesehatan secara cepat dan tepat. MOSES merupakan hasil temuan Tim “Big Bang” dari ITB yang berhasil memenangkan Imagine Cup 2009 untuk kategori Mobile Device Award.

Tim “Big Bang” ITB menciptakan sebuah virtual character (avatar) bernama Marceline, yang dapat membantu petugas kesehatan. Pada saat pendiagnosaan tersebut, Marceline akan bertanya kepada pasien beberapa hal sehubungan dengan penyakit malaria dengan teknologi yang disebut voice recognition.
Setelah seluruh data yang berhubungan dengan analisis tersebut didapat, petugas kesehatan juga dilengkapi dengan alat yang bernama PDAscope yang terdiri dari sebuah modifikasi mikroskop plus PDA. PDAscope ini menyerupai sebuah mikroskop asli yang dibuat dengan bahan-bahan yang murah. Hal tersebut merupakan pertimbangan dari “Big Bang” atas faktor ekonomis pada implementasi solusi ini.
PDAscope ini nantinya akan dapat menjadi alat pelengkap agar kamera yang berada pada PDA yang dapat meneropong sampel darah yang diambil dari tubuh pasien. Setelah PDA tersebut merekam hasil gambar dari sampel darah tersebut, petugas kesehatan dapat mengirimkan gambar sampel darah tersebut ke pusat kesehatan yang berada pada lokasi yang jauh dari tempat tersebut.
Read More...

Swine Influenza (Flu Babi)

1

Posted by Sanco Irianto A, S.Kep.Ns | Posted in | Posted on 3/09/2010

Swine Influenza (flu babi) adalah penyakit saluran pernafasan akut pada babi yang disebabkan oleh virus influensa tipe A. Menurut Centers for Disease Control and Prevention (CDC), secara umum penyakit ini mirip influenza dengan gejala demam, batuk, pilek, sesak nafas, nyeri tenggorokan, lesu, letih dan mungkin disertai mual, muntah dan diare. Penyakit ini dengan sangat cepat menyebar ke dalam kelompok ternak dalam waktu 1 minggu, umumnya penyakit ini dapat sembuh dengan cepat kecuali bila terjadi komplikasi dengan bronchopneumonia (radang paru-paru), akan berakibat pada kematian.

Download file lengkapnya dalam bentuk pdf Disini

Read More...

Pengkajian Keperawatan

0

Posted by Sanco Irianto A, S.Kep.Ns | Posted in | Posted on 3/08/2010

Pengkajian merupakan tahap awal proses keperawatan dan merupakan suatu proses yang sistematis dalam pengumpulan data dari berbagai sumber data untuk mengevaluasi dan mengidentifikasi status kesehatan klien. Tahap pengkajian merupakan pemikiran dasar dalam memberikan asuhan keperawatan sesuai dengan kebutuhan individu. Pengkajian yang lengkap, akurat, sesuai kenyataan, kebenaran data sangat penting untuk merumuskan suatu diagnosa keperawatan dan dalam memberikan asuhan keperawatan sesuai dengan respon individu.

Download file lengkapnya dalam bentuk pdf
Disini
Read More...